Pengalaman Kerja di Appen, Pengalaman Baik dan Buruk saat Bekerja di Appen – Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana pengalaman saya bekerja di Appen beserta apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Saya sudah mulai bekerja di Appen sejak tahun 2020 dan hingga saat ini di tahun 2022 kontrak saya di Appen masih diperpanjang.

Apa itu Appen
Pengalaman Kerja di Appen

Oleh karena itu, mungkin saya sudah bisa menuliskan bagaimanakah pengalaman saya bekerja di rumah bersama Appen.

Sebelumnya, mungkin anda yang pernah terpikirkan untuk mencari pekerjaan remote atau jarak jauh, pernah sedikit tahu tentang Appen.

Secara garis besar, Appen merupakan salah satu perusahaan yang menawarkan pekerjaan-pekerjaan yang bisa dikerjakan dari mana saja. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca tulisan saya berikut ini

Daftar isi

Apa itu Appen

Berdasarkan pengalaman dan yang saya tahu selama bekerja di Appen, Appen merupakan sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar di dunia dan menghubungkan pekerja-pekerja, yang di sini disebut sebagai independent contractor atau kontraktor independen, untuk membantu perusahaan teknologi tersebut dalam pekerjaannya.

Mungkin bisa dibilang, Appen seperti sebuah perusahaan outsourcing yang mencarikan pekerja untuk membantu perusahaan yang memakai jasa Appen.

Pekerja kontraktor independen di Appen tentu tidak sama dengan karyawan Appen yang bekerja di kantor pusatnya. Siapa saja di seluruh dunia bisa mendaftar dengan persyaratan yang tidak terlalu sulit.

Namun, tentu saja fasilitas yang didapatkan tidak seperti seorang karyawan tetap.

Bagaimana Saya tahu Appen

Awalnya, saya mencoba mencari cara mendapatkan uang dari internet. Saya mencari-cari artikel dan video, baik itu yang Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hingga akhirnya saya penasaran dengan pekerjaan Search Engine Evaluator dan Social Media Evaluator.

Jadi, Search Engine Evaluator dan Social Media Evaluator merupakan contoh pekerjaan yang dikerjakan seorang kontraktor independen di Appen.

Intinya, kita diminta mengevaluasi sebuah hasil pencarian, konten sosial media, iklan di mesin pencari atau sosial media, atau hal lainnya yang terkait, apakah relevan dan bermanfaat bagi pengguna atau tidak.

Karena terlihat “mudah” akhirnya saya coba apply dan singkat cerita saya diterima.

Proses dari memasukkan lamaran hingga diterima sebenarnya tidak begitu lama, sekitar satu bulan.

Tanggal 7 Agustus 2020 saya mulai mendaftar, dan menerima email kualifikasi di sekitar akhir bulan.

Namun, setelah diterima di Appen, kita tidak langsung mendapatkan pekerjaan. Akan ada beberapa proyek yang tampil untuk kita daftar lagi dan belum tentu langsung diterima.

Ketersediaan jumlah proyek akan bervariasi, biasanya tergantung dari market atau negara mana kita berasal dan mungkin juga berapa lama kita sudah terdaftar di Appen.

Waktu saya pertama kali terdaftar di Appen, hanya tersedia dua proyek yang bisa saya daftar. Namun, setelah beberapa lama, jumlah proyek tersedia akan meningkat.

Meski jumlah proyek meningkat, bukan berarti kita bisa bekerja di semuanya. Bahkan, meski banyak proyek yang kita daftar dan terlihat peluangnya besar, belum tentu kita bisa lolos proyek tersebut.

Saya mendapatkan proyek pertama pada 9 September 2020.

BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Bekerja di Appen alert-info

Pekerjaan di Appen

Pekerjaan yang disediakan Appen berupa proyek-proyek yang bisa kita masuki, seperti yang sebelumnya sudah saya jelaskan.

Proyek yang tersedia saya bisa bagi menjadi dua jenis, yaitu proyek yang dibayar per tugas atau per jam kerja.

Proyek-proyek yang dibayar per tugas, biasanya, bayarannya cukup kecil bila dibandingkan dengan proyek yang dibayar per jam. Sedangkan rate per jam di Appen bervariasi, tergantung dari proyek dan negara asal pekerja.

Yang paling saya sukai tentunya proyek yang dibayar per jam. Karena saat saya pertama saya bekerja di Appen, bayarannya cukup lumayan. Bisa dikatakan saya pernah mendapatkan gaji empat digit dollar per bulan. Namun, tentunya penghasilan di sini tidak bisa stabil.

Pengalaman Baik

Selama saya bekerja di Appen, tentunya banyak pengalaman baik dan menarik yang saya alami.

Pertama, di proyek pertama saya, yang dibayar per jam, saya hanya membutuhkan smartphone  untuk bekerja. Bahkan, per hari hanya beberapa jam saja, tidak sampai lama. Tentunya hal ini sangat menyenangkan bagi siapa saja.

Kedua, gaji yang saya dapat cukup besar untuk saya. Apalagi saya tinggal di daerah yang UMR-nya sangat kecil, di bawah dua juta.

Gaji pertama saya bisa beberapa kali lipat UMR daerah saya, bahkan gaji tertinggi bisa mencapai belasan juta rupiah per bulannya. Bahkan saya sangat tidak menyangka.

Tertarik? Bisa daftar langsung Di Sini. Atau mau baca sampai selesai dulu? Yuk Lanjut.

Gaji di Appen
Bukti Pendapatan dari Appen

Sayangnya…

Pengalaman-pengalaman baik tadi hanya saya rasakan di awal-awal saya bekerja, jujur.

Kenapa? Lanjut ke pengalaman buruk.

Pengalaman Buruk

Belum ada setengah tahun saya bekerja, proyek besar (per jam) pertama saya yang bayarannya cukup besar dan hanya menggunakan ponsel tadi ternyata berakhir.

Hal ini tentu akan memangkas pendapatan saya hingga setengahnya.

Namun, saya sebenarnya masih tidak masalah, karena saya masih mengerjakan proyek yang cukup besar bayarannya juga, serta saya pikir masih bisa diterima di proyek lainnya nanti. Sehingga saya masih bisa tenang.

Dua atau tiga bulan setelah itu, mendadak jumlah pekerjaan di proyek saya satu lagi ini juga menurun drastis sehingga ada waktu beberapa hari saya tidak bekerja. Tentunya ini juga memangkas pendapatan saya.

Bahkan, setelah itu hingga saat ini, sudah tidak ada lagi kabar pemberitahuan dari proyek itu, padahal masih tercantum di akun saya. Sungguh sangat membingungkan saya dan para pekerja lainnya di proyek tersebut.

Namun, saya masih bisa tenang, karena saya masih bisa mendaftarkan di proyek lainnya. Jumlah proyek tersedia juga cukup banyak. Jadi, mungkin saya akan bisa diterima di salah satunya.

Saya pikir begitu.

Kenyataannya, sulit sekali untuk bisa diterima di beberapa proyek lainnya dan saya tidak mendapatkan pemberitahuan apa-apa tentang proyek-proyek yang sedang saya daftarkan.

Bahkan, rate per jam di banyak proyek tiba-tiba turun dibanding sebelumnya.

Kemungkinannya, menurut saya, market dari Indonesia sudah sangat saturated atau jenuh. Dengan kata lain, sepertinya banyak orang Indonesia yang mulai mencari tahu tentang Appen ini dan mendaftar. Mungkin karena efek pandemi ini.

Kemungkinan kedua, banyaknya orang Indonesia yang mendaftar dan bekerja di beberapa proyek, namun tidak memberikan kontribusi yang baik saat bekerja. Bisa jadi asal-asalan yang penting dibayar, tidak paham pekerjaannya karena menggunakan Bahasa Inggris, atau faktor lainnya.

Sehingga, mungkin pihak Appen memangkas jumlah pekerja dari Indonesia yang bisa diterima dan memangkas bayaran per jam dari proyek-proyek itu.

Tentunya ini sangat merugikan banyak pihak, terutama kita pekerja dari Indonesia.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari pengalaman bekerja di Appen ini, sebenarnya Appen merupakan tempat yang sangat legit untuk mencari pendapatan tambahan hingga saat ini.

Pengalaman buruk yang saya alami adalah pengalaman pribadi saya sendiri dan bisa jadi tidak terjadi pada orang lain atau tidak terjadi pada Anda jika anda mencoba mendaftar.

Jadi, tidak ada salahnya jika anda mencoba mendaftar Appen. Anda bisa mendaftarnya di sini.

Saran saya, jika Anda masih memiliki pekerjaan tetap atau pekerjaan lainnya, jangan buru-buru jadikan Appen sebagai sumber penghasilan utama. Jadikanlah ini sebagai pekerjaan sampingan, sehingga saat terjadi hal yang tidak diinginkan, Anda masih memiliki backup dari pekerjaan utama Anda.

Terima kasih telah membaca tulisan saya. Share jika Anda rasa ini bermanfaat.

Disclaimer: Mungkin Anda akan mendapati kemiripan cerita atau tulisan dengan sebuah blog lain dalam pembahasan Appen ini, karena sebelumnya itu adalah blog dan tulisan saya. Sekarang saya berpindah mengelola blog ini sepenuhnya. Terima kasih. alert-warning