Jumlah Paket UN 2014, Kenapa Dipermasalahkan?

Hai, akhirnya saya bisa posting lagi di blog ini. Sudah lama sekali tidak post, sekitar lebih dari seminggu, dua minggu mungkin ya. Masalahnya ini sudah mendekati UN, yap, Ujian Nasional SMA se-Indonesia. Jadi saya agak mengurangi porsi berpikir saya dari yang biasanya banyak memikirkan negara, sekarang beralih ke Ujian. Hehe..




Oh ya, Kali ini saya hanya akan berbicara mengenai jumlah paket soal yang akan diujikan di ujian nasional. Dalam sebuah diskusi grup SNMPTN di Facebook, sering orangng (yang juga masih kelas 12) menanyakan tentang berapakah jumlah paket dalam ujian nasional nanti. Ada yang menjawab 20 bahkan 160. UN nanti (katanya) akan dibuat 160  paket soal, namun itu dibagi 8 regional, jadi per regional akan mendapatkan 20 paket soal. Kalau mau lebih jelasnya cari di Google aja gih ya, ane males buka tab baru.. Hihihi.

Namun, yang saya ingin bahas di sini, seberapa pengaruh sih jumlah paket UN dengan bagaimana anda mengerjakan. Menurut saya, jumlah paket UN tidak akan memengaruhi nilai kita. Karena UN sendiri sudah ada kisi-kisinya dengan tingkat kesulitan yang sama. Apabila kita sudah menguasai materi, otomatis kita mungkin akan lebih mudah dalam mengerjakan dan itu akan berbeda dengan yang belum memahami materi yang akan keluar. Karena UN sudah ada kisi-kisinya tentu soal UN kelak hanya akan berpijak pada kisi-kisi yang telah dibuat. Jadi kita sebenarnya telah dimudahkan dengan rambu-rambu apa saja yang keluar dalam ujian dan apa yang harus dipelajari.

Jadi, untuk berapapun jumlah paket soal UN yang akan diujikan pada kita, InsyaAllah itu tidak akan berpengaruh dalam kita mengerjakan soal. Terutama jika kita memang mengerjakan benar-benar jujur tanpa kerja sama dengan teman lain, mau setiap anak di Indonesia yang mengerjakan UN beda paketnya juga silahkan. (Tergantung pembuat soal kuat bikin soal sebanyak itu apa tidak.. :v). Mungkin, siswa yang mengeluh dengan banyaknya paket soal yang akan diujikan bisa saja dia memiliki perangai yang tidak jujur dalam UN, jadi sebenarnya dia ingin kerja sama dalam mengerjakan, namun karena soalnya berbeda-beda jadi sulit.

Atau, ada lagi faktor kode soal UN yang sama dengan kode di LJK-nya. Jadi jika salah dalam mengerjakan, kita tidak hanya ganti LJK-nya saja, namun semuanya (Soal + lembar jawab) sehingga kita diharuskan untuk mengerjakan ulang tanpa tambahan waktu. (Bayangkan saja jika UN matematika waktu tinggal 10 menit, kurang dua nomor lagi, tiba-tiba LJK sobek, terus.... Ngerjain lagi deh dengan soal baru dalam waktu 10 menit :v :v). Jadi dengan banyaknya paket soal dikhawatirkan jika terjadi hal tersebut tidak ada soal pengganti. (bener gak sih?)

Yang penting dalam mengerjakan UN nanti kita bersikaplah yang jujur, hati-hati, dan teliti. Jadi mau berapa paket pun, ya monggo..
Previous
Next Post »
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Faiz Furqon

Silahkan gunakan AKUN GOOGLE (Google+) untuk berkomentar. :D EmoticonEmoticon