Hubungan Antara Dinding Facebook dan Dinding Ratapan Yahudi - Misteri di balik Dinding Facebook

Malam-malam kusempatkan untuk membuka Notebook-ku dan mencari tugas. Sebenarnya aku lagi bosan untuk mencari tugas-tugas yang belum kuselesaikan. Kemudian aku bula Blogger dan posting beberapa di sana. Tak lupa aku buka Facebook untuk melihat teman-temanku yang sedang up date status. Ku lihat banyak juga teman-temanku yang berstatus "GALAU", wah wah. Mereka curahkan isi hati mereka di dinding Facebook mereka tanpa rasa malu sedikitpun. Ada yang sedih, kangen, merasa bersalah, dan lain-lain, kayak permen Nano-Nano.


O iya, siapa yang tak kenal Facebook? Situs jejaring sosial on line yang sangat terkenal di masa kini. Banyak yang mencurahkan isi hati mereka penggunanya di facebook, di tempat yang biasa disebut "Dinding" atau "Wall". Lalu apa hubungannya dengan judul posting ini?

Saat aku sedang asik membaca satu persatu status teman-temanku ada salah seorang temanku yang minta dicarikan sebuah artikel. Saat itu ia hanya sedang browsing menggunakan HP. Okelah saya carikan. Keywordnya seperti ini: "Antara Facebook dan Dinding Ratapan Yahudi". Wow, aneh juga didengarnya. Setelah ditemukan keberadaan artikel tersebut lantas kubuka langsung.

Isi dari artikel tersebut begini, Kaum Yahudi memiliki sebuah tempat (untuk meratapi nasib mungkin) yang disebut Dinding Ratapan. Panjangnya kalau tidak salah +-400meter, namun sekarang hanya tersisa 60m. Disana mereka bebas mengungkapkan ratapan-ratapannya. Lalu apa hubungannya dengan Facebook?

Anda tahu pendiri Facebook? yap, benar, Mark Zuckerberg. Coba cari di Wikipedia tentang orang ini. Ia adalah keturunan Bangsa Yahudi. Ia membuat Facebook yang sekarang terkenal dikalangan orang banyak. Anda tahu DINDING FACEBOOK, atau WALL FACEBOOK? Tempat anda meng-Update Status. Kalau anda perhatikan di antara teman-teman anda pasti ada yang statusnya galau, merasa bersalah, sedih, kangen, bla bla bla, dst. Pasti ada diantara teman-teman anda dan BAHKAN mungkin anda sendiri pernah menulis status yang Genre-nya seperti yang saya sebutkan di atas. Itu sama persis dengan dinding ratapan yang dimiliki bangsa Yahudi. Coba bayangkan kita yang bukan umat Yahudi memanfaatkan dinding untuk meratapi nasib.

Dalam benakku terlintas sebuah pertanyaan, "apakah ini misi dari bangsa yahudi?" Kita seperti terpengaruh oleh bangsa ini dan mengikuti apa yang mereka jalankan. Sebagai umat beragama, terutama Muslim, kita hendaknya berserah diri kepada Tuhan, Allah SWT. Curhatlah (Bahasa kerennya) kepada-Nya. Jangan ikuti apa yang umat beragama lain jalankan.

Bagi anda yang hobi ber-Facebook ria mulai sekarang janganlah meratapi nasib anda di WALL FACEBOOK. Kita gunakan Facebook ini sebagai jembatan untuk mencari ilmu dan berdiskusi hal yang bermanfaat.

Demikian yang saya dapatkan, apabila ada saalahnya saya mohon maaf. Semoga bermanfaat.
Previous
Next Post »
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Faiz Furqon

4 komentar

Write komentar
delete

Assalamualaikum ,
saya sedikit bingung disini .. Bagaimana dengan kita menulis diari ? Disana kita mengeluh , menghina , curhat dan menulis harapan .. Sebenarnya kan sama saja ,yang beda itu medianya .dan diari itu tidak di-share/dibagikan .

Jika ada teman-teman yang mengerti tolong dijelaskan .

Wassalamualaikum :)

Reply
avatar

Silahkan gunakan AKUN GOOGLE (Google+) untuk berkomentar. :D EmoticonEmoticon